Kamis, Desember 24, 2009

pesan

masa depan itu tidak konstan tapi bergerak sesuai kebaikan kita menjalani kehidupan saat ini

Rabu, Desember 23, 2009

ritual tutup tahun

ada yang merasakan dengan tiba awal tahun berarti umur tambah panjang, namun ada pula yang menganggap usia semakin pendek. Untuk umur panjang ditandai dengan rasya syukur sementara usia yang pendek ditandai keprihatinan yang mendalam. Ritual pun di gelar, bagi yang merasa umur lebih panjang merayakan dengan sukacita melalui tiupan terompet atau nyala kembang api warna-warni, sementara yang berasumsi usia pendek merayakan dengan membaca garis hidup menghitung detik demi detik kematian melalui kilas balik peristiwa masa lalu dan mengukur timbangan untuk masa depan. Ritual tutup tahun sebenarnya refleksi dari perjalanan hidup manusia dengan segala prilakunya, percuma berumur panjang jika sepanjang waktu hanya memiliki prilaku tidak terpuji, percuma merasakan usia semakin pendek kalau sekedar renungan tanpa perbaikan. Ritual tutup tahun merupakan cermin bening yang harus dimiliki setiap orang untuk melihat lebih jelas dirinya di masa depan, mau usia panjang atau usia pendek sama saja karena tanpa upaya merubah ke arah yang lebih baik tentu akan sia-sia. Aku melihat fenomena sebagian besar masyarakat kota lebih mengarah pada hura-hura dalam ritual tutup tahun, di dukung oleh legalitas berbagai kelompok massa, maka berduyun-duyun orang berkumpul di sepanjang jalan menuju simpang empat lambung mangkurat bersorak meniup terompet, menyalakan kembang sarai, membunyikan mercon, bersamaan dengan denting waktu dipucuk cemara berbunyi menandakan akhir tahun. Cermin retak, ritual pun sirna bersama embun pagi, yang berumur panjang kembali dengan prilaku terdahulu sementara yang berusia pendek, terseok-seok mencari jati diri menghadap Illahi.

Senin, Desember 21, 2009

hari ibu

Entah kata dan kalimat yang bagaimana untuk melukiskan kasih sayang ibu kepada anak-anaknya, seorang sastrawan kesulitan mencari idiom yang dapat menunjukkan nilai tak terukur buat membalas curahan hati seorang ibu. Hanya doa yang dapat dipanjatkan kehadapan Allah swt semoga segala hembusan nafas menjadi anugerah surga bagi ibunda. Ibu menjadi bagian dalam perjalanan hidupku hingga kini dan terus membentuk inspirasi pada setiap permasalahan yang kuhadapi. Dan, sebaliknya ibu merasa bahagia sekali jika berada di sampingnya, bercanda agar bisa tertawa, atau berkeluh kesah tentang penyakit dalam diri anaknya. Maka, dengan segala daya upaya membesarkan hati ibu di usia senja merupakan seni yang harus dimiliki anak-anaknya agar hati dan kasih sayang terus berbunga-bunga. Jangan ada lagi tetes air mata dan cemberut sedih terpahat disenyum wajahnya. Ibu kini sudah berusia 70 tahun lebih, masih kokoh bergerak dan terus tersenyum jika berada di sekitar anak-anaknya. Dan, yang menjadi catatan hidup bagi aku tentang ibu adalah perhatian dan cinta-nya pada keluargaku sehingga tak sedikit pun tersisa dari sisa umurnya kecuali bertanya, tingkatkan ibadah siapkan diri mengjadapi Illahi, ini doa yang harus diamalkan tuk selamat hidup dan jaga anak istrimu, maka ibu pun melafalkan doa itu dengan fasih. Semoga di hari yang berbahagia ini ibu tetap menikmati sisa umur dengan semangat beribadah agar mendapat surga Allah yang kekal.

tuk ibunda ‘hj syamsiah sarman’ di kota beriman balikpapan.

Jumat, Desember 18, 2009

ritual budaya 1 Suro 1943

bertepatan dengan tahun baru hijriah, yaitu 1 Muharam 1431H ternyata tanggalan Jawa juga memperingati awal tahun baru yaitu 1 Suro 1943. Hampir seluruh masyarakat Jawa memperingati tahuan baru itu dengan berbagai ritual budaya, seperti kirab pusaka keraton, rebutan tumpeng kue bolu, ruwatan massal, nguras gentong para kyai, larung sesaji di laut dan telaga, rebutan gunungan hasil bumi, lempar ketupat, mandi air kembang jamasan benda pusaka dan kain kelambu kuburan, mandi di kali dan membuang tilasan, dan pembakaran patung ogoh-ogoh sebagai simbol prilaku buruk manusia yang harus dihanguskan. Pemangku adat memberi penegasan bahwa semua itu adalah ritual budaya sehingga tidak harus dikaitkan dengan keyakinan atau kepercayaan tertentu. Ritual budaya yang mulai langka dilakukan kecuali sedikit orang yang masih melestarikan pusaka leluhurnya. Menurutku ini asset pariwisata, mengapa pemda setempat tidak mengayomi dalam bentuk perda atau kalender tahunan kunjungan wisata. Asyik lho, dinikmati bagi pecinta budaya lokal.

Senin, Desember 07, 2009

Desember Awal

memasuki bulan desember begitu banyak peristiwa yang terkuak, ada hingar bingar menggugat gerakan sosial sembilan desember, ada kecemasan presiden atas dampak sosial dan politik dari tuntutan yang emosional dari gerakan tersebut, serta ditahannya seorang bankir illegal karena tidak sanggup membayar bunga investasi modal nasabah, dan yang paling seru hujan petir guntur mewarnai hari-hariku tanpa batas waktu. Lebih nikmat dirasakan sendiri, aku melarikan diri ke pondok kecil di tengah huma…. menanam pohon rambutan entah kapan akan berbuah, mencangkul tanah yang gembur sekedar menaman batang singkong…. lalu memasak air panas di atas dapur kayu sembari bernafas panjang untuk menyalakan api. Makan siang di tepi sungai di tengah ladang hanya dengan mie instan dan sebutir telur serta ditemani secangkir seduhan kopi hangat kapal api dan sebatang rokok rasa mint……… duh nikmatnya. Jauh dari hingar bingar sosial dan pokitik negeri, jauh dari rasa cemas jabatan, serta tak terpikirkan sama sekali bagaimana rasanya kehilamgan uang berjuta-juta karena tak pernah punya tujuan untuk berpoya-poya lewat bunga yang riba. Ah, memang segar ditengah padang ilalang minum air kelapa muda…….. dan nikmat sekali ketika dingin air hujan membasuh wajah kita merasakan ada sentuhan alami dari butir-butir kasih illahi.

Rabu, November 25, 2009

The Love Guru

dari tataran ilmu sosiologi dinyatakan guru sebagai makhluk serba bisa yang memiliki banyak pengetahuan dan sangat terhormat di masyarakat. Guru di kampung menjadi sosok sentral dengan berbagai kemampuan yang berlapis, guru ditanya tentang obat dari penyakit yang diderita seseorang, bertanya tentang kolam ikan atau pupuk tanaman, malah guru menjadi pembaca doa dalam acara selamatan, guru menjadi panutan tata krama dan teladan bergaul untuk semua lapisan usia, guru menjadi caci maki dan cercaan bila meninggalkan harkat dan nilai-nilai keguruan yang disandangnya itu. Tak mustahil guru terusir dari masyarakatnya karena lupa pada derajat kesosialan dan kemuliaan ilmu-nya. Mestinya, memperingati hari ulang tahun GURU hari ini menjadi moment mengembalikan nilai-nilai keguruan itu pada zaman yang multidimensional ini. Apa mungkin? Mengapa tidak, bukankah guru adalah manusia pilihan diri sendiri, tidak ada yang membentuk kita jadi guru, tapi karena keinginan hati nurani yang terpanggil untuk mengabdi secara ikhlas membangun kecerdasan anak bangsa. Saya masih yakin guru adalah pilihan sadar dan tulus, bukan karena ada lowongan PNS atau meningkatnya kesejahteraan dengan label sertifikasi. Lihat saja, guru masih dihargai sebagai seseorang yang berjiwa sabar sekalipun harus menghadapi berbagai tantangan prilaku peserta didik yang jauh dari nilai-nilai kepatuhan, malah guru masih punya nyali yang kuat menghadapi kemajuan teknologi disekitarnya sekalipun harus berjibaku menggali informasi secara perlahan dan tertinggal oleh kepiawaian peserta didiknya. Guru hari ini berulang tahun, namun kado yang dinantikan belum datang. Entah dari mana, tapi yakin ada yang mengantarkan ke pintu hati dan mengucapkan 'I love guru'

Gong Perdamaian

merasakan gaung dari gong yang dipukul SBY sampai ke pelosok dunia sebagai citra negara dan bangsa yang cinta damai, begitulah kita memaknai sebuah bunyi gong perdamaian di Indonesia. Walaupun secara kasat mata masih terjadi berbagai riak yang menodai rasa perdamaian di bumi pertiwi ini, khususnya maupun di belantara dunia. Sebut saja, di Aceh, Poso, NTB, dan kota Maluku sendiri di mana acara gaung perdamaian itu dilaksanakan. Sementara di belahan dunia kita mendengar adanya kerusuhan di selatan Afrika, di Cina, di Pakistan, Afganistan Palestina dan kota-kota Amerika Latin yang rusuh. Mustahil memang, namun Indonesia memulai dari bagian sebelah timur dengan harapan dapat menularkan rasa damai ini kepada semua orang, lintas agama, lintas budaya, hingga pada tataran cara berpikir pemimpin bangsa dunia. Presiden RI dengan gagahnya memukul gong sebagai genta perdamaian dunia, pertanyaan yang menjadi bagian kita semua adalah mampukan kita membenahi diri untuk memiliki rasa persaudaraan sebagai makhluk Tuhan yang beradab dan bermoral untuk bersama sejajar dan sebangun menyusun nilai-nilai hakiki yakni cinta damai bagi semua.

Selasa, November 24, 2009

new performance

rasa bisa juga bikin ngantuk, ah mending bongkar pasang kostumisasi agar dapat ganti warna. spalnya sudah coba bikin tema baru tapi belum memuaskan, masih banyak yang kurang pas sehingga malu disodorkan ke admin KKB or BSS. Ah, biar sajalah blogspot ini saja, khan pelan-pelan diservice gitu.
Soalnya kalau ganti tema bikin aq kebingungan menghadapi WP yang cukup njelimet pengaturan dashbor-nya, lagian belum punya sumber bacaan lengkap sih. Biar yang ini saja dulu, ya

Rabu, November 04, 2009

terima kasih

terima kasih buat yang simpati untuk memperbaiki blog yang lagi sakit berat gara-gara gaptek, memang harus ekspansi dan ganti tema kok, makanya cepat dong dhany bantuin aku biar aku bisa berkibar-bar lagi di KKB soalnya sudah lama nih tidak ngumpul, apalagi sedang hangat-hangatnya ada kasus KPK VS Polisi biar ikut nimbrung gitu!

Senin, November 02, 2009

gangguan lagi

kebingunan dapat eror lagi mengirim posting, dasar gaptek nih ayu pang admin padahi kawan nang kelimpungan mengelola blog biar baik dan kada mambari supan tampil di KB nah. Wan, help me wan ayu pang kenapa jadi postingku pina nang kaya urang buta aksara nangitu, huruf mati lain huruf brail lain jua. tapi pina musti mejeng di sini. Samalam nang kaya itu juga, sampai dapat kartu kuning dari admin, nah, ini dua kali sudah dapat kartu apa aq nih! Please, siapa yang mau jadi peri baik hati untuk menolong reformasi tema blog, kutunggu!