Rabu, November 04, 2009
terima kasih
terima kasih buat yang simpati untuk memperbaiki blog yang lagi sakit berat gara-gara gaptek, memang harus ekspansi dan ganti tema kok, makanya cepat dong dhany bantuin aku biar aku bisa berkibar-bar lagi di KKB soalnya sudah lama nih tidak ngumpul, apalagi sedang hangat-hangatnya ada kasus KPK VS Polisi biar ikut nimbrung gitu!
Senin, November 02, 2009
gangguan lagi
kebingunan dapat eror lagi mengirim posting, dasar gaptek nih ayu pang admin padahi kawan nang kelimpungan mengelola blog biar baik dan kada mambari supan tampil di KB nah. Wan, help me wan ayu pang kenapa jadi postingku pina nang kaya urang buta aksara nangitu, huruf mati lain huruf brail lain jua. tapi pina musti mejeng di sini. Samalam nang kaya itu juga, sampai dapat kartu kuning dari admin, nah, ini dua kali sudah dapat kartu apa aq nih! Please, siapa yang mau jadi peri baik hati untuk menolong reformasi tema blog, kutunggu!
Sabtu, Oktober 31, 2009
paringin, sayang
Minggu, September 20, 2009
mentari di awal syawal 1430
akhirnya mentari menyembul di ufuk timur menandai bulan syawal 1430 datang, sepagi ini suara takmid dan takbir bergema di bumi Allah Swt menyambut muslim yang keluar rumah dengan fitrah yang baru dibersihkan selama sebulan ramadhan. Jangan berpaling lagi, teruslah melangkah perbarui semua kesalahan dan kekhilafan beribadah dan beramaliah, kembali membaca Al Quran dan tuntunan Rasulullah Saw agar jalan tetap lurus menuju ridha-Nya. Agar visi beragama kita tidak tergoyahkan lagi, satu-satunya dan memang hanya satu-satunya jalan menuju lurus setelah diri ini fitrah adalah kembali pada Al Qur'an dan Sunah yang haq. Aku merenungkan citra fitri yang kusandang pagi syawal ini, dapatkah dipertemukan pada ramadhan akan datang dengan terus memperbaiki diri dengan ridha dan keridhaan Allah Swt.
Minggu, September 06, 2009
puasa kita?
Rasulullah dalam riwayatnya menerima kedatangan malaikat Jibril yang berdoa, bahwa tidak diterima puasa seorang muslim jika durhaka pada kedua orang tua, jika bertengkar dalam rumah tangga antara suami dan isteri, jika berselisih dengan teman, sahabat, dan tetangga. Kemudian Rasulullah saw mengucapkan amin, amin, amin tanda setuju.
Bagaimana mungkin dalam bulan penuh barokah ini seseorang tidak mendapatkan nilai puasanya sehingga tak pernah diakui puasanya hanya karena belum sujud meminta ampun pada kedua orang tuanya, ayo....segera meminta keridaan dari orang tua agar Allah swi juga memberi ridho-Nya. Masih adakah suami dan isteri yang bertengkat bulan puasa penuh rahmah ini, ayo.... lupakan perselisihan dan ingatlah betapa kasih sayang berkeluarga telah dijalani bertahun-tahun segera kembalikan keuutuhan cinta. Silaturahim bersama teman, sahabat, apalagi tetangga jangan sampa putus pada bulan ramadhan yang maghfirah ini, ayo... ucapkan salam dan jabat tangan erat persahabatan dan pertemanan hingga tidak ada lagi saling membeci dan memfitnah diantaranya.
Dimana puasa kita, mau kemana puasa kita, ternyata harus dijawab oleh diri kita sendiri. Puasa ini milik Allah swt mengapa kita tidak langsung menadah tangan meminta kepadaNYa.
Bagaimana mungkin dalam bulan penuh barokah ini seseorang tidak mendapatkan nilai puasanya sehingga tak pernah diakui puasanya hanya karena belum sujud meminta ampun pada kedua orang tuanya, ayo....segera meminta keridaan dari orang tua agar Allah swi juga memberi ridho-Nya. Masih adakah suami dan isteri yang bertengkat bulan puasa penuh rahmah ini, ayo.... lupakan perselisihan dan ingatlah betapa kasih sayang berkeluarga telah dijalani bertahun-tahun segera kembalikan keuutuhan cinta. Silaturahim bersama teman, sahabat, apalagi tetangga jangan sampa putus pada bulan ramadhan yang maghfirah ini, ayo... ucapkan salam dan jabat tangan erat persahabatan dan pertemanan hingga tidak ada lagi saling membeci dan memfitnah diantaranya.
Dimana puasa kita, mau kemana puasa kita, ternyata harus dijawab oleh diri kita sendiri. Puasa ini milik Allah swt mengapa kita tidak langsung menadah tangan meminta kepadaNYa.
musibah terulang kembali
musibah mewarnai bulan ramadhan tahun ini, diberbagai pelosok bumi terlihat amukan alam yang menimpa kehidupan manusia. Setiap sudut kemanusiaan kita dicoba dengan berbagai tantangan, mau terus dengan meninggalkan Al Quran dan Sunatullah sehingga sil...ih berganti musibah menghujam. Atau, berhenti sesaat, kemudian renungkan untuk mulai menyimak ayat-ayat kebesaran Allah agar kehidupan menjadi ramah hingga akhir hayat
Minggu, Juli 19, 2009
FUN WALK, LUPA WISATA KKB
subuh yang dingin dikalahkan oleh semangat yang berkobar untuk mengikuti suatu acara mingguan, cuma kali ini ada sponsorship gitu. Fun Walk memperingati birthday DM and B'post pun diikuti sekeluarga. Suka dan senang aja, berjalan santai menuju arah barat kota banjarmasin, berkeliling pertokoan seraya mendendangkan lagu-lagu nostalgia. Aku berupaya menciptakan kekerabatan bersama isteri dan anak-anak mengais komunikasi yang terkadang tersumbat waktu atau melihat prilaku orang lain yang 'asing' bagi kaidah sebuah tatakrama banjaries. Di garis finish kami disuguhi sepotong dunkindonut dan semangkok bubur rasa pindang (standing party, kata MC) Buntut acara, ya kalau bukan nunggu hadiah doorprice, gimana gitu. Alhamdulillah, kami berempat belum ketiban rejeki yang disediakan. ya, pulang deh!
Terus, wisata kuliner di kampoeng banjar acara besutan b'post seraya nampang foto di prisma post sebagai kenang-kenangan tahunan. Dan, ketika dering jam 12 siang. Aku terhenyak. Lupa lagi lupa lagi. Acara wisata KKB di waterboom, terlewatkan. Bukan masalah jika aku tidak pesan janji datang, karena mungkin tiket'ku sudah disiapkan sedang aku tidak setor dana. aduh, gima nih!
Sabtu, Juli 18, 2009
KOPDAR KKB PART II
tengah hari bolong, rasa panas tak dihiraukan hanya karena memenuhi undangan terhormat pemangku adat KKB untuk pertemuan wajib bulanan di kota pendidikan 'banjarbaru' Maklum, belum begitu kenal seluk-beluk kota banjarbaru, untung saja peta TKP terpampang jelas dan terarah. Sudut jalan hutan pinus yang adem. Bang, Oein sebagai ahlul bait menyambut hangat setiap tamu, sehangat bakso dan siomay. Siapa nyana, semua terpuaskan. Akhirnya, setiap agenda dibicarakan, setiap masalah ditemukan solusi, setiap seloroh disambut riang, hingga rasa akrab penuh kekeluargaan mengalir deras. Simpuh dan sila yang berjajar menunjukkan nilai-nilai kerukunan tanpa melihat yang tinggi dan rendah atau canda tawa yang menghilangkan jarak usia ......................., cuma yang nampak berbeda. Kali ini, kita lupa berdoa ketika pulang!
WISATA BAHARI, MASIH TAK BERUBAH
minggu pagi menyisakan embun yang kerlap-kerlip di permukaan sungai barito yang sedang pasang naik. Hilir mudik perahu, kapal, dan jukung sudur melintas mencari muara tempat mengisi lambung tuk dijajakan ke sepanjang hilir sungai penuh lanting ini. Kehidupan berawal dari tepi sungai yang berwarna kuning, aroma buah kuini semerbak menyebar di setiap sampung jukung. Memang sedang musim buah kuini.Aku berdiri di atas perahu bermesin menuju sebuah pulau di muara kuin, konon pulau ini dihuni seribu kera tapi bukan bekantan. Pulau tempat berdiam bagi primata yang tersingkirkan dari habitatnya, karena ada tambatan tongkang batu bara, ada ceceran minyak buangan dari dermaga di seberangnya, ada tumpukan gabuk yang teronggok dari sisa-sisa pembakaran pabrik dan sawmil. Ada sampah plastik yang terbuang dengan sengaja sebagai hasil jasa baik pengunjung memberi sedekah penghuni pulau. Pohon bakau tak lagi berdaun lebat, batangnya kurus tak mampu menjangkau matahari, akarnya tersangkut kotoran dan sampah, malah terukir sepasang nama pengunjung dengan mata pisaunya. Ada luka, dikulit kera. kata guide yang berkeliaran dengan sebilah tongkat di tangan karena nakal sehingga tergores cemeti untuk mengusirnya agar tak mengganggu pengunjung. Ia suka mencuri, ia penjambret, ia pemakan segala yang dibawa pengunjung, tambah sang guide bangga. Untuk kenakalan itu, beberapa pukulan tongkat mengelupas kulit sang kera. Ia tidak lagi memakan pucuk hijau daun bakau yang dulu tumbuh subur sekeliling pulau, ia tidak lagi suka mandi berenang di tepi sungai dengan berlompatan riang, ia ketakutan. Pulau Kembang, sebuah nama yang harusnya indah dan harum serta kera putih yang santun dan tidak kelaparan sebagai penghuni selayaknya jadi tontonan wisata bahari. Apalagi berdekatan dengan 'pasar terapung' lintas 'jembatan barito' serta ikon-ikon kebaharian lainnya di sepanjang sungai barito dengab segala keunikan dunianya. Namun, masih tak berubah! tiada sentuhan untuk menciptakan suatu keindahan, kenyamanan, dan keterpesonaan kecuali lambat-laun akan menyisakan sebuah cerita kuno bagi generasi baru. Seekor kera putih kecil, berlari dihadapanku. matanya menatapku, takut sekali! Ada sugesti bahwa pengunjung akan mengusiknya atau mungkin membunuhnya. Kera kecil itu memungut sebutir kacang yang tersisa dari dalam plastik di sela akar bakau. Tubuhnya nyaris kulit yang membungkus kulit, ia kalah gesit dengan kera-kera lain yang lebih besar dan mungkin ganas karena seleksi alam telah membentuknya agar berani dan bersedia kena pukul untuk mendapatkan sebutir kacang. Kita jarang membawa pisang atau jeruk untuk konsumsi alamiah kera-kera itu, malah kita bangga jika bisa membawakan pizza atau hotdog. Ada altar di sana, dan setiap waktu ada makanan yang dipersembahkan. tapi sayang bukan untuk sang kera melainkan bagi orang-orang yang merasa sebagai kuncen atau menjualnya untuk makan siang mereka.
Rasa penat aku duduk dalam joglo yang terlihat rapuh Aku memikirkan harga tanda masuk yang cukup mahal setiap pengunjung dan rerata kunjungan 100 hingga 200 setiap minggu mengapa tidak terawat secara layak parimata kesayangan banua itu. Mana subsidi pembangunan wisata, mana perhatian kita!
Rasa penat aku duduk dalam joglo yang terlihat rapuh Aku memikirkan harga tanda masuk yang cukup mahal setiap pengunjung dan rerata kunjungan 100 hingga 200 setiap minggu mengapa tidak terawat secara layak parimata kesayangan banua itu. Mana subsidi pembangunan wisata, mana perhatian kita!
Selasa, Juli 07, 2009
drumband pemuda, dan rasa kebangsaan kita?
rasa penat menunggu waktu di mulai acara lomba drumband pemuda yang dilaksanakan Korem 101/Antasari (28/6) karena keterlambatan petinggi banua hadir sirna oleh suara nyaring snaredrum yang berirama lagu-lagu mars disusul hentakan improvisasi dari trio tom serta gerakan dahsyat bass drum. Nyaris, semua penonton histeris menyaksikan pemuda-pemudi yang gagah dan cantik dibalut konstum fantastik penuh warna-warni mulai bergerak menuju arena lomba. Suara trumpet, mellophone, trombone dan pianika serta rekorder silih berganti mengalunkan nada-nada seirama degup jantung dan semangat kepemudaan.
Tak salah jika tema yang dijunjung dalam acara lomba drum band se-Kalimantan Selatan memperebutkan Piala Danrem 101/Ant tahun 2009 ini agar generasi muda siap menjauhkan diri dari narkoba. Sehingga tumpah ruah pemuda dan pemudi banua dengan keterampilan dahsyat memainkan seluruh instrumen dengan segala atraksi heroiknya. Bahkan, tak tertinggal para remaja dan anak yang tergabung pada tingkat SD dan TK turut bergembira-ria menunjukkan kepiawaian bermain dan beraksi.
Ditengah nada-nada mars yang seharusnya lebih mendominasi ternyata sebagian besar peserta lomba drumband dari tingkat pemuda, remaja, dan anak ini terhanyut oleh suasana entertainment dengan membawakan lagu-lagu pop seperti cari jodoh (wali) hampa hatiku (ungu)dan lupa-lupa ingat (kuburan) serta superman (lucky laki) malah ada yang nyentil dengan irama dangdut si kucing garong. Sebuah imporvisasi budaya yang sangat mengejutkan dari musik drumband yang berbentuk parade atau display. Lalu, aku terkesima mendengarnya, mana lagu-lagu perjuangan, mana lagu-lagu mars kebangsan, mana semangat yang harus dilestarikan dari nilai-nilai heriok sebuah parade kepemudaan. Kecuali, ada yang sempat kudengan dari tepi lapangan sebuah lagu maju tak gentar yang disenandungkan penuh semangat oleh drumband SMP Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu. Nun, jauh di sana ternyata masih tersisa nada-nada instrumen kebangsaan yang membungkus dentuman tenordrum, begitu pula irama qasidah yang penuh makna dari kota santri tersenandungkan dengan manis dalam suara trumpet generasi muda Tapin dan Martapura. Atau suara pianika lagu daerah .'banjar' yang nyaris sedikit tak terdengar.
Aku yang awam dengan kunci-kunci nada, terus bertanya mana perbedaan mencolok dari sebuah drumband dengan marchingband yang komposisi musik dari segi kualitas musikalitas lebih ditonjolkan. Lebih bangga dengan musikalitas 'pop' daripada kumandang lagu mars perjuangan. Entertainment, sekali lagi menjadi daya tarik, bukan saja bagi pecinta musik drumband. tetapi, juga bagi penikmat drumband. Semua itu memiliki alasan dan tujuan masing-masing.
Menurut teori yang pernah kubaca, ciri khas sebuah drumband adalah komposisi lagu lebih cenderung ke instrumen mars dan tidak mementingkan kualitas musik dan baris-berbaris serta pits instrumen hanya sebatas bells dan xylophone berkunci Bb, F dan C. Nah, pantas saja mereka tiba-tiba ingat lagu lupa-lupa ingat band kuburan yang hampir mendominasi pembukaan seluruh aksi lomba drumband.
Bayangkan, sebagian besar kota dan kabupaten di provinsi Kalsel mengirim utusan terbaiknya dengan harapan agar mereka menampilan permainan musikalitas drumband sesuai pakem yang baku secara umum. Namun, tentu tidak semua dapat memuaskan. termasuk aku sebagai penikmat instrumen drumband. Anak'ku yang turut kuajak menyaksikan parade dan display kembali pulang dengan senandung 'cari jodoh' dan aku mengurut dada karena hajat sebenarnya ingin memperkenalkan nilai-nilai juang kebangsaan melalui lagu-lagu mars sebuah lomba drumband belum terkabulkan. Semoga dilain hari!.
Tak salah jika tema yang dijunjung dalam acara lomba drum band se-Kalimantan Selatan memperebutkan Piala Danrem 101/Ant tahun 2009 ini agar generasi muda siap menjauhkan diri dari narkoba. Sehingga tumpah ruah pemuda dan pemudi banua dengan keterampilan dahsyat memainkan seluruh instrumen dengan segala atraksi heroiknya. Bahkan, tak tertinggal para remaja dan anak yang tergabung pada tingkat SD dan TK turut bergembira-ria menunjukkan kepiawaian bermain dan beraksi.
Ditengah nada-nada mars yang seharusnya lebih mendominasi ternyata sebagian besar peserta lomba drumband dari tingkat pemuda, remaja, dan anak ini terhanyut oleh suasana entertainment dengan membawakan lagu-lagu pop seperti cari jodoh (wali) hampa hatiku (ungu)dan lupa-lupa ingat (kuburan) serta superman (lucky laki) malah ada yang nyentil dengan irama dangdut si kucing garong. Sebuah imporvisasi budaya yang sangat mengejutkan dari musik drumband yang berbentuk parade atau display. Lalu, aku terkesima mendengarnya, mana lagu-lagu perjuangan, mana lagu-lagu mars kebangsan, mana semangat yang harus dilestarikan dari nilai-nilai heriok sebuah parade kepemudaan. Kecuali, ada yang sempat kudengan dari tepi lapangan sebuah lagu maju tak gentar yang disenandungkan penuh semangat oleh drumband SMP Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu. Nun, jauh di sana ternyata masih tersisa nada-nada instrumen kebangsaan yang membungkus dentuman tenordrum, begitu pula irama qasidah yang penuh makna dari kota santri tersenandungkan dengan manis dalam suara trumpet generasi muda Tapin dan Martapura. Atau suara pianika lagu daerah .'banjar' yang nyaris sedikit tak terdengar.
Aku yang awam dengan kunci-kunci nada, terus bertanya mana perbedaan mencolok dari sebuah drumband dengan marchingband yang komposisi musik dari segi kualitas musikalitas lebih ditonjolkan. Lebih bangga dengan musikalitas 'pop' daripada kumandang lagu mars perjuangan. Entertainment, sekali lagi menjadi daya tarik, bukan saja bagi pecinta musik drumband. tetapi, juga bagi penikmat drumband. Semua itu memiliki alasan dan tujuan masing-masing.
Menurut teori yang pernah kubaca, ciri khas sebuah drumband adalah komposisi lagu lebih cenderung ke instrumen mars dan tidak mementingkan kualitas musik dan baris-berbaris serta pits instrumen hanya sebatas bells dan xylophone berkunci Bb, F dan C. Nah, pantas saja mereka tiba-tiba ingat lagu lupa-lupa ingat band kuburan yang hampir mendominasi pembukaan seluruh aksi lomba drumband.
Bayangkan, sebagian besar kota dan kabupaten di provinsi Kalsel mengirim utusan terbaiknya dengan harapan agar mereka menampilan permainan musikalitas drumband sesuai pakem yang baku secara umum. Namun, tentu tidak semua dapat memuaskan. termasuk aku sebagai penikmat instrumen drumband. Anak'ku yang turut kuajak menyaksikan parade dan display kembali pulang dengan senandung 'cari jodoh' dan aku mengurut dada karena hajat sebenarnya ingin memperkenalkan nilai-nilai juang kebangsaan melalui lagu-lagu mars sebuah lomba drumband belum terkabulkan. Semoga dilain hari!.
Langgan:
Entri (Atom)
