Tampilkan postingan dengan label kayuh baimbai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kayuh baimbai. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 25, 2010

blogger visit museum


setiap gerak kehidupan selalu tercatat dalam sejarah, begitu pula kiprah blogger Kayuh Baimbai yang memasuki usia ke 2 dari kehadiran di dunia maya. Bangga rasanya bisa berkumpul dan bersilaturahmi bersama - tanpa beban. Menoreh sejarah tidak semudah menulis posting karena sekali melangkah pantang menyerah apalagi harus meninggalkan arena. Disetiap detik menambah usia, disaat itu pula kita berpikir bagaimana moment menjadi prasasti yang tidak terlupakan. Kali ini sangat funtastic, sebuah prasasti ditorehkan di museum Lambung Mangkurat sebagai pertanda untuk dikenang di masa depan! Sebab, museum itu bukan masa lalu tetapi masa depan, ujar Pak Kacil jua pang. Memang, begitulah sebuah naluri menjadi bagian dari sebuah cita-cita, hasilnya pasti dahsyat!
Selamat ultah, blogger sejati.

Jumat, Desember 18, 2009

ritual budaya 1 Suro 1943

bertepatan dengan tahun baru hijriah, yaitu 1 Muharam 1431H ternyata tanggalan Jawa juga memperingati awal tahun baru yaitu 1 Suro 1943. Hampir seluruh masyarakat Jawa memperingati tahuan baru itu dengan berbagai ritual budaya, seperti kirab pusaka keraton, rebutan tumpeng kue bolu, ruwatan massal, nguras gentong para kyai, larung sesaji di laut dan telaga, rebutan gunungan hasil bumi, lempar ketupat, mandi air kembang jamasan benda pusaka dan kain kelambu kuburan, mandi di kali dan membuang tilasan, dan pembakaran patung ogoh-ogoh sebagai simbol prilaku buruk manusia yang harus dihanguskan. Pemangku adat memberi penegasan bahwa semua itu adalah ritual budaya sehingga tidak harus dikaitkan dengan keyakinan atau kepercayaan tertentu. Ritual budaya yang mulai langka dilakukan kecuali sedikit orang yang masih melestarikan pusaka leluhurnya. Menurutku ini asset pariwisata, mengapa pemda setempat tidak mengayomi dalam bentuk perda atau kalender tahunan kunjungan wisata. Asyik lho, dinikmati bagi pecinta budaya lokal.

Rabu, November 25, 2009

Gong Perdamaian

merasakan gaung dari gong yang dipukul SBY sampai ke pelosok dunia sebagai citra negara dan bangsa yang cinta damai, begitulah kita memaknai sebuah bunyi gong perdamaian di Indonesia. Walaupun secara kasat mata masih terjadi berbagai riak yang menodai rasa perdamaian di bumi pertiwi ini, khususnya maupun di belantara dunia. Sebut saja, di Aceh, Poso, NTB, dan kota Maluku sendiri di mana acara gaung perdamaian itu dilaksanakan. Sementara di belahan dunia kita mendengar adanya kerusuhan di selatan Afrika, di Cina, di Pakistan, Afganistan Palestina dan kota-kota Amerika Latin yang rusuh. Mustahil memang, namun Indonesia memulai dari bagian sebelah timur dengan harapan dapat menularkan rasa damai ini kepada semua orang, lintas agama, lintas budaya, hingga pada tataran cara berpikir pemimpin bangsa dunia. Presiden RI dengan gagahnya memukul gong sebagai genta perdamaian dunia, pertanyaan yang menjadi bagian kita semua adalah mampukan kita membenahi diri untuk memiliki rasa persaudaraan sebagai makhluk Tuhan yang beradab dan bermoral untuk bersama sejajar dan sebangun menyusun nilai-nilai hakiki yakni cinta damai bagi semua.

Senin, November 02, 2009

gangguan lagi

kebingunan dapat eror lagi mengirim posting, dasar gaptek nih ayu pang admin padahi kawan nang kelimpungan mengelola blog biar baik dan kada mambari supan tampil di KB nah. Wan, help me wan ayu pang kenapa jadi postingku pina nang kaya urang buta aksara nangitu, huruf mati lain huruf brail lain jua. tapi pina musti mejeng di sini. Samalam nang kaya itu juga, sampai dapat kartu kuning dari admin, nah, ini dua kali sudah dapat kartu apa aq nih! Please, siapa yang mau jadi peri baik hati untuk menolong reformasi tema blog, kutunggu!

Senin, Mei 25, 2009

kencan pertamaku, dikopdar kayuh baimbai

rasa bungah menyasak di dadaku ketika dering sms bung candra menghantarkan undangan kopdar kayuh baimbai (21/5) sebagai bloger, kata candra harus datang, tentu saja kataku, karena kita bukan bloger biasa, khan!
Namun, rencana datang ternyata gagal, ya.....gagal. Aku tidak diberi kesempatan oleh waktu untuk merasakan nikmatnya kencan pertama melalui kopdar kayuh baimbai, sungguh sedih.
aku sudah membayangkan semangat berorganisasi yang multilevel dengan seluruh bloger
Begitu pula rasa ingin tahuku lebih banyak dengan dunia maya lewat cengkrama sahabat bloger, namun itu belum dapat diwujudkan saat itu.
maafkan bung candra, juga teman-teman kayuh baimbai lainnya. Aku bukan siapa-siapa tapi aku ingin ada diantara kalian, bloger kalsel. Kesempatan lain, mungkin aku bisa berbagi lebih intim.

kiranya, aku diberi peluang. pondok kecilku di handil bakti bersedia menjadi salah satu wadah pertemuan rutin bloger kayuh baimbai berikutnya