Minggu, September 20, 2009

mentari di awal syawal 1430

akhirnya mentari menyembul di ufuk timur menandai bulan syawal 1430 datang, sepagi ini suara takmid dan takbir bergema di bumi Allah Swt menyambut muslim yang keluar rumah dengan fitrah yang baru dibersihkan selama sebulan ramadhan. Jangan berpaling lagi, teruslah melangkah perbarui semua kesalahan dan kekhilafan beribadah dan beramaliah, kembali membaca Al Quran dan tuntunan Rasulullah Saw agar jalan tetap lurus menuju ridha-Nya. Agar visi beragama kita tidak tergoyahkan lagi, satu-satunya dan memang hanya satu-satunya jalan menuju lurus setelah diri ini fitrah adalah kembali pada Al Qur'an dan Sunah yang haq. Aku merenungkan citra fitri yang kusandang pagi syawal ini, dapatkah dipertemukan pada ramadhan akan datang dengan terus memperbaiki diri dengan ridha dan keridhaan Allah Swt.

Minggu, September 06, 2009

puasa kita?

Rasulullah dalam riwayatnya menerima kedatangan malaikat Jibril yang berdoa, bahwa tidak diterima puasa seorang muslim jika durhaka pada kedua orang tua, jika bertengkar dalam rumah tangga antara suami dan isteri, jika berselisih dengan teman, sahabat, dan tetangga. Kemudian Rasulullah saw mengucapkan amin, amin, amin tanda setuju.
Bagaimana mungkin dalam bulan penuh barokah ini seseorang tidak mendapatkan nilai puasanya sehingga tak pernah diakui puasanya hanya karena belum sujud meminta ampun pada kedua orang tuanya, ayo....segera meminta keridaan dari orang tua agar Allah swi juga memberi ridho-Nya. Masih adakah suami dan isteri yang bertengkat bulan puasa penuh rahmah ini, ayo.... lupakan perselisihan dan ingatlah betapa kasih sayang berkeluarga telah dijalani bertahun-tahun segera kembalikan keuutuhan cinta. Silaturahim bersama teman, sahabat, apalagi tetangga jangan sampa putus pada bulan ramadhan yang maghfirah ini, ayo... ucapkan salam dan jabat tangan erat persahabatan dan pertemanan hingga tidak ada lagi saling membeci dan memfitnah diantaranya.
Dimana puasa kita, mau kemana puasa kita, ternyata harus dijawab oleh diri kita sendiri. Puasa ini milik Allah swt mengapa kita tidak langsung menadah tangan meminta kepadaNYa.

musibah terulang kembali

musibah mewarnai bulan ramadhan tahun ini, diberbagai pelosok bumi terlihat amukan alam yang menimpa kehidupan manusia. Setiap sudut kemanusiaan kita dicoba dengan berbagai tantangan, mau terus dengan meninggalkan Al Quran dan Sunatullah sehingga sil...ih berganti musibah menghujam. Atau, berhenti sesaat, kemudian renungkan untuk mulai menyimak ayat-ayat kebesaran Allah agar kehidupan menjadi ramah hingga akhir hayat